06 Oktober, 2012

Kisah Karena Kebersamaan

Kebersamaannya adalah kebersamaan kita.
Saya hampir tidak tahu soal mengenai kebersamaannya di atas kebersamaan kita.
Kau pernah datang, ada ditengah kebersamaannya.
Kau pernah bertanya, soal ditengah kebersamaanya.
Saya berdiri di tengah kebersamaannya dan di tengah kebersamaan kita.

Sedih, itulah mungkin sikap nyata manusia.
Sungguh sedih, ketika Saya berdiri di antaranya dan memikirkan hal yang tidak tepat.
Saya tahu, Saya akan memilih.
Bahwa Saya harus memilih yang tepat.
Bahwa kebersamaannya dan kebersamaan kita bagiku, penting.
Sangat penting...
 Bahwa Mengapa kebersamaanya membuatku sangat memikirkan itu.
 Tidak kah mereka mengerti kebersamaan kita.
Ataukah Saya yang anti mati rasa.

Saya pernah berfikir, Saya akan beranjak satu langkah kebelakang untuk mendapatkan kebersamaannya.
Walaupun sulit.
Atau sebaliknya, Saya akan beranjak satu langkah kebelakang untuk mendapatkan kebersamaan kita.
Saya mungkin ada, dengan rasa sakit di antara semuanya.
Bahkan Saya mungkin tidak ada, dengan rasa sakit di antara semuanya.

Saya mencoba dan berusaha untuk selalu ada di kebersamaan.
Maka Saya akan memilih semua kebersamaan.
Karena Saya tahu, kebersamaanlah yang membuat di antaranya tepat.
Bahwa kebersamaannya adalah kebersamaan kita.
Mereka mengerti tentang kebersamaan kita, dan Kamu mengerti tentang kebersamaannya.
Semua akan selaras, di antara kebersamaan.
Kisahnya dan kisah kita, mengantarkan Saya pada bagian kebersamaan.
Kisah mengenai apa, bagaimana, kapan, di mana, siapa, berapa, dst.
Kisah itu akan selalu ada di tengah kebersamaan.
Kebersamaanlah mengantarkan berjuta kisah.


Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...