16 Juli, 2013

I and Her

in 2008, when we still became too much children :) . Introduce my bestfriend... I and her, love love..
She's Mariesta Y.A . I just, meet her soon. :)

15 Juli, 2013

Maka, nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan ?

Allah memberikan kita, begitu banyak nikmat...
Berupa iman, kesehatan, pikiran, materi, dan banyak lagi...

Allah memeberikan kepada semua hambanya baik berupa kekayaan, jabatan, gelar, ketampanan/kecantikan, guna untuk selalu mengingat Allah. Kesempatan tersebut, hendaklah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan selalu mengucap syukur kepada Allah..

Allah bisa saja melenyapkan semua org yg tdk mengingat namaNya, tapi Allah menanti hari dimana semua tubuh menjadi saksi atas kufur nikmat tersebut..

Nikmat setiap hembusan oksigen kedalam paru-paru kita, itu saja sudah tak mampu kita bayar atas nikmat yang Allah berikan>>Subhanallah..

Mari kita merenung sejenak, sejauh ini apa yg telah kita berikan kepada Allah, apakah Ia senang melihat kita, ataukah Ia enggan melihat kita..

Yang membuat do'a-do'a kita selama ini belum terijabah, mungkin saja karena dosa yg kita miliki, ataukah kita lupa dgn nikmatNya..

Maka, nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan ? Astagfirullah..

Semoga Allah membuka pintu ampunan lebar-lebar buat kita semua..Aamiin :)

10 Juli, 2013

Perjuangan Sang Lebah

Perjuangan Sang Lebah, memberikan banyak pelajaran dan hikmah dari suatu kehidupan semesta ini. Karakter Lebah, memberikan inspirasi yang luarbiasa untuk hidup.
Sang Lebah itu :

Mengeluarkan yang bersih. Siapa yang tidak kenal madu lebah. Semuanya tahu bahwa madu mempunyai khasiat untuk kesehatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Dia produktif dengan kebaikan, bahkan dari organ tubuh yang pada binatang lain hanya melahirkan sesuatu yang menjijikan. Belakangan, ditemukan pula produk lebah selain madu yang juga diyakini mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan: liurnya!





 Seorang mukmin adalah orang yang produktif dengan kebajikan. "Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan." (Al-Hajj: 77)

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat "rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu" (irka'u, wasjudu, wa'budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.




 Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.

Tidak pernah merusak

Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merusak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi. Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan perusakan dalam hal apa pun: baik material maupun nonmaterial. Bahkan dia selalu melakukan perbaikan-perbaikan terhadap yang dilakukan orang lain dengan cara-cara yang tepat. Dia melakukan perbaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu. Jika kerusakan terjadi akibat korupsi, ia memberantasnya dengan menjauhi perilaku buruk itu dan mengajukan koruptor ke pengadilan.

Bekerja keras

Lebah adalah pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat "menetas"), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras? "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain." (Alam Nasyrah: 7)



 Kerja keras dan semangat pantang kendur itu lebih dituntut lagi dalam upaya menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang banyak yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia -kecuali yang mendapat rahmat Allah- tidak suka jika dirinya "dirugikan" dalam upaya penegakkan keadilan.indikatze.blogspot.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...