22 Maret, 2015

Curahan mama

Assalamu alaikum, penikmat tulisan, penikmat blog, penikmat social media, dan penikmat karunia-Nya. 

Menikmati adalah hal yang indah. Hal yang bisa membuat kita menjadi pribadi yang selalu bersyukur di setiap langkah yang diberikan kepada kita. Tinggal bagaimana cara kita menjalankannya.

Entah mengapa saya tiba-tiba ingin menulis di blog. Mungkin karena efek setelah saya mengantar mama berobat.

Pukul 07.15 pagi minggu, saya mengantar mama berobat. Saya melihat banyak orang-orang di sana dari jauh, padahal saya masih di parkiran. Saya memasuki tempat tersebut, banyak orang berlalu-lalang di sana. Mama hanya tersenyum dan mengatakan Assalamu Alaikum.

Orang-orang di sana ramah dan hampir semuanya berumur lansia. Ada yang terkena penyakit rematik, usus buntu, asam urat, dan kebanyakan stroke. Mama dan saya menunggu antrian. Mama bercerita dengan orang-orang yang sakit lainnya. Kadang saya mengamati sembari menjadi pendengar yang baik.

Ibu 1 terkena penyakit rematik plus asam urat, kata dokter hindari makan langsat, rambutan, dan kacang panjang.

Ibu 2 terkena penyakit stroke, kata dokter hindari makan ikan "bolu, maero", telur, ayam, perbanyak makan sayur labu siang, dan terong.

Percakapan antara mama dan kedua Ibu tadi, memberikan saya ilmu. Lumayanlah hehe.
Terlepas itu, Ibu 2 yang terkena penyakit stroke sudah hampir satu tahun, sama dengan mama merasakan sakit fisik dan sakit batin.

Ibu 2 mengatakan, setiap hari dia menangis karena anak-anaknya tidak pernah menjenguknya. Katanya obat penderita stroke itu ketika mereka bahagia. Saat itu juga, aku baru mendengarkan curahan mama. Kata mama ke Ibu 2, seorang Ibu membutuhkan kasih sayang anaknya. Kadang mama sedih, ketika anaknya berangkat sekolah atau kuliah. Kata mama, melakukan apa pun rasanya sangat susah, menggunting masako perlu kekuatan extra untuk menekan jari mama ke lubang gunting tersebut. Mau mengiris bawang merah saja, perlu di tumbuk dulu biar kulitnya terpisah dengan isinya. Kata mama ke Ibu 2, tidak tahu mengapa, air mata selalu saja jatuh. Padahal di waktu istirahat seperti duduk pun tetap saja hati merasa sedih.

Ya Allah, izinkan hamba untuk membahagiakannya. Ingatkan saya untuk selalu menyadari untuk selalu "sadar akan diriku" di mana pun saya berada. Ingatkan saya untuk selalu "sadar untuk memposisikan diriku", di mana saja berada. Saya mengetahui diriku, saya anaknya siapa dan tunaikan kewajiban itu. Saya mengetahui diriku, apa yang saya harus kerjakan dan tidak tanpa orang lain tahu untuk mama. Saya harus tahu, saya harus meluangkan waktuku atau saya harus pergi untuk mama. Ketika saya jauh dari mama, entah mengapa hati sesak, mungkin inilah hati seorang anak ke mamanya. Semoga mama selalu mempercayaiku untuk merawatnya. Sesungguhnya, kepercayaan itu sangat berharga bagiku. Terimakasih mama. InshaAllah saya percaya, mama orangnya kuat dan mau sembuh. Allah selalu membukakan jalan melalui orang-orang baik. Don't cry again mama.

Semangat mama.




Ini gula-gula "love" buat mama.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...