21 Oktober, 2014
20 Oktober, 2014
15 Oktober, 2014
Ini bukan tentangmu
Coba bertanya dalam heningnya malam.
Telah banyak arti kehidupan sesungguhnya.
Bahkan aku tidak mengetahui jejakku sekarang.
Karena mungkin kaki ini sudah melangkah jauh dari sucinya hati dan jiwa.
Akulah si perempuan yang perlu engkau tanyakan.
Perempuan yang memiliki sayap patah, hingga tidak akan sempurna.
Perempuan akan banyak gelapnya dalam kelam hidup.
Maka perempuan ini, tidak jua engkau cari.
Sekarang tanyalah pada dirimu.
Hidupku telah banyak mencicipi akan kegaraman hidup.
Aku tidak akan menuaikanmu secuil pun untukmu.
Tidak akan.
Karena aku tahu, aku lahir begini adanya.
Dan tidak akan ku lampiaskan atau pun dengan terang ku hikayatkan padamu.
Bukan karena aku sayang padamu.
Tidak. Aku tidak sayang padamu.
Cukuplah di sini.
Engkau lebih pantas bersama dengan perempuan yang pantas juga untukmu.
Dan aku tidak mungkin tidak pantas.
Bukan aku menolak atau pun bersembunyi.
Tidak. Aku hanya ingin menjadi yang terbaik untukmu.
Sebab dalam hati ini, hatimu akan terbiasa.
Terbiasa akan kenikmatan indahnya hidupmu tanpa hidupku.
Bukan aku sebagai sutradara dalam hidupmu.
Yang mengatur akan skenarioku yang telah ada.
Aku tidak hanya ingin engkau tersesat dalam pena hidupmu.
Dan di ruang paling dalam.
Engkau pantas memikirkan lagi.
Sebelum dan sebelum.
Hingga hari ini aku mengetik.
Mataku menjadi merah dan basah.
Sekarang tinggalah kisah sunyi dalam perempuan yang lahir dalam kesunyian.
Dan peremupuan bersama dengan kepahitan obat dalam gema garam dalam pucatnya lautan.
Telah banyak arti kehidupan sesungguhnya.
Bahkan aku tidak mengetahui jejakku sekarang.
Karena mungkin kaki ini sudah melangkah jauh dari sucinya hati dan jiwa.
Akulah si perempuan yang perlu engkau tanyakan.
Perempuan yang memiliki sayap patah, hingga tidak akan sempurna.
Perempuan akan banyak gelapnya dalam kelam hidup.
Maka perempuan ini, tidak jua engkau cari.
Sekarang tanyalah pada dirimu.
Hidupku telah banyak mencicipi akan kegaraman hidup.
Aku tidak akan menuaikanmu secuil pun untukmu.
Tidak akan.
Karena aku tahu, aku lahir begini adanya.
Dan tidak akan ku lampiaskan atau pun dengan terang ku hikayatkan padamu.
Bukan karena aku sayang padamu.
Tidak. Aku tidak sayang padamu.
Cukuplah di sini.
Engkau lebih pantas bersama dengan perempuan yang pantas juga untukmu.
Dan aku tidak mungkin tidak pantas.
Bukan aku menolak atau pun bersembunyi.
Tidak. Aku hanya ingin menjadi yang terbaik untukmu.
Sebab dalam hati ini, hatimu akan terbiasa.
Terbiasa akan kenikmatan indahnya hidupmu tanpa hidupku.
Bukan aku sebagai sutradara dalam hidupmu.
Yang mengatur akan skenarioku yang telah ada.
Aku tidak hanya ingin engkau tersesat dalam pena hidupmu.
Dan di ruang paling dalam.
Engkau pantas memikirkan lagi.
Sebelum dan sebelum.
Hingga hari ini aku mengetik.
Mataku menjadi merah dan basah.
Sekarang tinggalah kisah sunyi dalam perempuan yang lahir dalam kesunyian.
Dan peremupuan bersama dengan kepahitan obat dalam gema garam dalam pucatnya lautan.
04 Oktober, 2014
SOSOK DIRIMU
Sosok Dirimu
Who?
Kah :
Kah :
Katakan siapa sebenarnya dirimu..
Katakan siapa sejujurnya rohmu..
Katakan siapa selayaknya aku memanggilmu..
What?
Adalah :
Adalah :
Seketika darah membeku di tubuh..
Seketika jantung berhenti berdetak..
Seketika nafas terasa sesak..
How?
Cara :
Aku dan Kamu selalu bersama..
Aku dan Kamu selalu berbagi..
Aku dan Kamu selalu bersatu..
Why?
Karena :
Karena :
Mungkin sosokmu yang sulit ditebak..
Mungkin karenamu terlalu absurd..
Mungkin alasanmu terlalu amatir..
When?
Ketika :
Ketika :
Aku dan Kamu mencintai..
Aku dan Kamu merangkul..
Aku dan Kamu menang..
Where?
Saat :
Saat :
Dunia menjauh, Kamu mendekat..
Dunia menjauh, Kamu menemani..
Dunia menjauh, Kamu melindungi..
Oh Skripsi...
Oh Skripsi...
Dan pada juanya ku mengatakan :
WELCOME TO MY HEART S-K-R-I-P-S-I, ya !!!! you : SKRIPSI.
Langganan:
Komentar (Atom)
